Text
Kota, kita, malam
Menulis pesan tak serta-merta dalam suasana hening. Saya bisa menulis di keriuhan sebuah kafe, diatas bus, dan lainnya.
Saya seorang pejalan, selalu merasa terpukau pada kota- terutama kota yang belum saya singgahi- dan saya akan menandai satu gedung atau apa saja agar saya tak tersesat. Sebuah penanda bagi kota ternyata amat penting.
Kota ada dalam puisi. Dan, puisi kerap bersanding dengan kota (kota dunia). Sehingga kota juga telah menjadi tanda bagi sebuah puisi.
Selain kota, saya juga acap tergoda pada malam. Bagi saya, malam lebih panjang daripada siang. Lalu, saya tak bisa abai pada manusia; persoalan "kita" yang juga sangat menggoda.
Maka, dalam kumpulan puisi ini, saya buat tiga bagian; kota, kita, dan malam.
Saya tak punya kepentingan apakah puisi-puisi di dalam buku Kota, kita, malam memberi masukan kepada mereka yang peduli pada kota, atau memiliki pesan bagi kebaikan sebuah kota dan manusianya. Tugas saya hanya menulis dengan sepenuh keriangan dan karenanya saya menganggap ini sebagai permainan.
| 000835 | 811 ISB k | My Library (800) | Tersedia |
| 000836 | 811 ISB k | My Library (800) | Tersedia |
| 002225 | 811 ISB k | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain