Text
Ludruk kedua sepilihan sajak
Saya sepenuhnya menyadari bahwa saya memang berjarak dari ludruk, tak peduli sekeras apa saya mencoba mengikisnya. Jakar itu, saya curiga, terbangun lantaran saya kadung terasing dari lingkungan dan terjebak pada bekerja sekendendak hatinya tanpa saya sadari. Seorang anggota kelompok ludruk, Jabbar Abdullah, mempertanyakan kenapa tokoh-tokoh dalam ludruk yang saya tulis bisa begitu berbeda dengan cerita asli yang dipentaskan. " Tokoh-tokoh antagonis dan kurang ajar seperti Bayan Sarmidin, misalnya tiba-tiba berkesan lebih pantas jadi protagonis di puisimu."
Pada titik ini, saya kemudian teringat dengan apa yang ada dalam Perjalanan Teater Kedua-nya. Saya merasa, setiap kali menulis puisi tentang ludruk, saya sedang menulis ludruk kedua.
Begitulah.
| 001704 | 811 DAD l | My Library (800) | Tersedia |
| 001705 | Tersedia | ||
| 002203 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain