Text
Musyahid Cinta
Cinta memang dahsyat. Ia dapat menjadi obat yang sedang merana atau menjadi pelipur lara, namun tak tanggung-tanggung, ia juga dapat menjadi sumber petaka, membuat pencandunya menjadi gila, bahkan jadi musyahid cinta (mati karena cinta). Seperti yang terjadi dalam novel ini, Ridho mempersembahkan cinta sejatinya kepada seorang Nisa. Sayangnya Nisa tak menyambutnya.
Novel ini berkisah tentang Ridho seorang pemuda sederhana dari Indonesia yang memperoleh beasiswa hingga dapat melanjutkan kuliahnya ke Al-Azhar, Kairo, Mesir. Saat melakukan studi wisata, ia yang juga bekerja sebagai supir di kedutaan besar Indonesia di Mesir, bertemu Nisa, mahasiswi teladan, ketua Wihdah ( perkumpulan mahasiswi) aktivis yang sosoknya sangat terkenal dan menjadi idaman hampir semua mahasiswa Indonesia. Sejak saat itu, hari-harinya mulai dihiasi dengan mimpi-mimpi tentang Nisa. Rasa cinta dalam hatinya semakin menjadi-jadi. Mimpi-mimpinya semakin tidak masuk akal.
Di tengah petaka yang menimpanya, ia masih mempercayai mimpi-mimpi yang dianggapnya sebagai pertanda dari Allah bahwa Nisa adalah jodohnya, bahkan telah dinikahkan kepadanya oleh malaikat. Karena 'kegilaan' -nya itu., Ridho dikatakan sebagai Majenun oleh orang-orang sekitarnya. Ia merenung, tertawa, marah, berbicara sendiri, bahkan pernah mengancam orang di sekitarnya dengan pisau. Sampai akhir napasnya, musyahid cinta ini tak jua dapat melupakan Nisa. Setelah selama tiga hari seorang dukun yang didatangkan untuk menyembuhkannya, merendamnya berjam-jam di tengah malam dalam sungai, mengusir "jin" yang dikatakan merasukinya.
| 001937 | 813 AGU m | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain